Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita, terutama di negara berkembang. Pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) direkomendasikan sebagai metode skrining karena bersifat sederhana, murah, dan efektif. Namun, partisipasi wanita usia subur (WUS) dalam pemeriksaan IVA masih tergolong rendah, salah satunya dipengaruhi oleh kurangnya dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan minat WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA di wilayah kerja Puskesmas Maron, Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 95 WUS dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden tidak mendapat dukungan keluarga (64,2%) dan tidak berminat melakukan pemeriksaan IVA (86,3%). Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan minat pemeriksaan IVA (p = 0,000). Keterlibatan keluarga sangat penting dalam meningkatkan kesadaran deteksi dini kanker serviks.
Copyrights © 2026