Fluor albus atau keputihan merupakan gangguan kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri, baik bersifat fisiologis maupun patologis. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi fluor albus patologis adalah konsumsi makanan dan minuman tinggi gula yang dapat mengganggu keseimbangan flora normal vagina serta memicu pertumbuhan jamur Candida. Remaja putri termasuk kelompok rentan akibat perubahan hormonal, gaya hidup, dan pola makan yang kurang sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsumsi minuman manis dengan kejadian fluor albus pada remaja putri di SMK Negeri 1 Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan total sampling pada 60 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan nilai p = 0,601 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi minuman manis dan kejadian fluor albus. Temuan ini mengindikasikan bahwa fluor albus kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain, sehingga diperlukan edukasi kesehatan reproduksi dan penerapan pola hidup sehat pada remaja.
Copyrights © 2026