Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu faktor risiko penting adalah Indeks Massa Tubuh (IMT) pada ibu hamil. IMT yang tidak normal, baik terlalu rendah maupun terlalu tinggi, dapat meningkatkan risiko terjadinya preeklamsia. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan IMT dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Puskesmas Wangkal. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder dari Buku KIA. Teknik purposive sampling digunakan dengan jumlah sampel 53 ibu hamil dari kluster 2 pada periode Mei–Juni 2025. Hasil menunjukkan mayoritas memiliki IMT ≥25 kg/m² sebanyak 28 orang (52,8%) dan kejadian preeklamsia sebanyak 22 orang (41,5%). Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara IMT ibu hamil dengan dan tanpa preeklamsia (p=0,015). Hal ini menegaskan IMT berhubungan signifikan dengan kejadian preeklamsia. Oleh karena itu, pemantauan IMT sejak awal kehamilan serta edukasi gizi dan pengendalian kenaikan berat badan perlu dilakukan untuk mencegah preeklamsia dan komplikasi kehamilan.
Copyrights © 2026