Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) merupakan indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya AKB adalah kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), yaitu bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2500 gram. BBLR dapat meningkatkan risiko kematian neonatal, kematian postneonatal, serta berbagai masalah kesehatan pada bayi. Salah satu faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR adalah faktor biologis, terutama usia ibu saat hamil. Pernikahan dini dapat menyebabkan kehamilan pada usia kurang dari 19 tahun yang berisiko tinggi karena kondisi fisik dan emosional ibu yang belum matang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pernikahan dini dengan kejadian BBLR di wilayah kerja UPT Puskesmas Senduro. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh data ibu bersalin yang tercatat dalam register PWS KIA tahun 2024 sebanyak 157 orang, dengan teknik total sampling. Hasil uji Fisher Exact menunjukkan nilai Assymp sig 0,019 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pernikahan dini dan kejadian BBLR. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kesehatan reproduksi remaja dan sosialisasi pentingnya program keluarga berencana.
Copyrights © 2026