Inflasi merupakan salah satu tolok ukur utama dalam mengevaluasi stabilitas ekonomi karena berhubungan langsung dengan kemampuan daya beli masyarakat serta kinerja aktivitas ekonomi secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh variabel-variabel makroekonomi terhadap inflasi di Indonesia. Dengan fokus pada suku bunga, jumlah uang beredar, dan nilai tukar rupiah. Pendekatan yang diaplikasikan adalah penelitian deskriptif melalui studi literatur dengan mengolah data sekunder yang diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, dan berbagai laporan resmi. Temuan kajian menunjukkan bahwa dinamika inflasi domestik dibentuk oleh kombinasi faktor moneter dan faktor eksternal yang saling berinteraksi. Suku bunga berperan sebagai alat kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi melalui pengaruhnya terhadap permintaan agregat, sedangkan pertumbuhan jumlah uang beredar cenderung berkorelasi positif dengan inflasi karena peningkatan likuiditas dalam perekonomian. Di samping itu, pergerakan nilai tukar memengaruhi inflasi melalui perubahan harga barang impor dan biaya produksi berdasarkan input impor. Ketiga variabel tersebut berinteraksi secara dinamis sesuai dengan perkembangan kondisi makroekonomi dan desain kebijakan yang diberlakukan. Dengan demikian, upaya pengendalian inflasi menuntut kebijakan yang terpadu dan responsif, meliputi penguatan stabilitas moneter, pengelolaan nilai tukar yang prudent, serta peningkatan kapasitas sisi produksi nasional.
Copyrights © 2026