Kebijakan moneter memainkan peran krusial dalam menjaga stabilitas inflasi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi domestik seperti fluktuasi harga komoditas, gejolak nilai tukar rupiah, dan dampak pandemi. Penelitian ini menganalisis dampak kebijakan moneter Bank Indonesia (BI Rate, operasi pasar terbuka, dan cadangan wajib) terhadap stabilitas inflasi di Indonesia periode 2015-2025. Menggunakan model regresi vector autoregression (VAR) dengan data time series dari Bank Indonesia, BPS, dan World Bank, studi menemukan bahwa pengetatan moneter melalui kenaikan BI Rate secara signifikan menekan inflasi (koefisien -0,45, p<0,01), meskipun efeknya melemah saat indeks ketidakpastian ekonomi (EPU) domestik melonjak di atas 150 poin. Ketidakpastian domestik, yang dipicu oleh subsidi BBM dan konflik geopolitik, memperlemah transmisi kebijakan moneter hingga 25%. Implikasi kebijakan menekankan perlunya forward guidance dan koordinasi fiskal-moneter untuk meningkatkan efektivitas. Penelitian ini berkontribusi pada literatur ekonomi moneter Indonesia dengan bukti empiris terkini.
Copyrights © 2026