Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota
Vol 22, No 1 (2026): JPWK Volume 22 No. 1 March 2026

Pendekatan Livelihood Vulnerability Index (LVI) pada Kawasan Rawan Abrasi di Pantai Timur Minahasa, Sulawesi Utara

Warouw, Fela (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Mar 2026

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kerentanan tinggi terhadap abrasi pantai yang memengaruhi kondisi fisik, sosial, dan ekonomi masyarakat pesisir. Kawasan pesisir pantai timur Minahasa juga menghadapi masalah akibat perubahan garis pantai sehingga diperlukan upaya mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir rawan abrasi dan arahan adaptasi pesisir untuk mengurangi tingkat kerentanan masyarakat. Metode deskriptif kuantitatif digunakan dengan tahapan analisis berupa perhitungan Indeks Abrasi (IA) dan Livelihood Vulnerability Index (LVI). Hasil penelitian menunjukkan seluruh desa pesisir berada pada berbagai tingkat kerentanan mulai dari rendah sampai sangat tinggi. Desa Parentek dan Makalisung diarahkan sebagai zona pemanfaatan adaptif karena abrasi moderat dan masyarakat memilih bertahan dengan syarat adanya penguatan kapasitas. Desa Tumpaan, Kapataran 1 L1, Kapataran 1 L2, Karor, dan Lalumpe ditetapkan sebagai zona pemanfaatan terkendali karena kerentanan sosial-ekonomi tinggi meskipun warga tetap ingin bermukim. Sementara itu, Atep Oki dan Ranowangko 2 diarahkan ke zona pemanfaatan terbatas karena nilai IKG mendekati tinggi dan masyarakat menekankan kebutuhan proteksi ruang. Temuan ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan data kerentanan dan preferensi masyarakat dalam penataan ruang pesisir yang adaptif dan berkelanjutan.

Copyrights © 2026