Transformasi layanan bimbingan konseling (BK) di era digital menjadi kebutuhan mendesak dalam meningkatkan literasi mental health di kalangan pelajar. SMK Plus Al Aitaam Bandung menghadapi tantangan signifikan dalam pelaksanaan layanan BK konvensional yang kurang optimal menjangkau siswa secara luas, terutama dalam konteks pandemi dan pascapandemi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan model digital counseling service melalui pelatihan “HATI DAN LAYAR BERSATU: Pelatihan Transformasi Bimbingan Konseling Inovatif untuk Siswa SMK Plus Al Aitaam Bandung.” Kegiatan dilaksanakan pada 20 dan 27 Oktober 2025 dengan melibatkan 50 siswa dan 30 guru. Fokus kegiatan meliputi digitalisasi layanan BK, penguatan literasi mental health, serta penggunaan aplikasi teknologi berbasis web untuk konseling daring. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahap asesmen kebutuhan, pelatihan intensif, pendampingan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi konselor dan guru BK dalam menggunakan teknologi digital (rata-rata peningkatan 35%), serta peningkatan persepsi positif siswa terhadap pentingnya kesehatan mental (dari 62% menjadi 89%). Kegiatan ini menghasilkan prototype aplikasi layanan BK digital dan modul praktis untuk implementasi lanjutan. Layanan BK yang adaptif terhadap perkembangan digital turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya: SDGs 3: Kesehatan dan Kesejahteraan (melalui konseling kesehatan mental), SDG 4: Pendidikan Berkualitas (melalui layanan BK yang inklusif dan inovatif), serta SDGs 9: industri, inovasi dan infrastruktur (melalui promosi nilai-nilai empati, anti-bullying, dan literasi digital etis). Dengan demikian, layanan BK digital bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan bagian integral dari upaya global dalam menciptakan generasi muda yang sehat secara mental, cerdas secara digital, dan berkarakter kuat.
Copyrights © 2026