Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan keluarga dalam memanfaatkan pekarangan rumah sebagai warung hidup (living gardens) guna meningkatkan kemandirian pangan keluarga. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yaitu: (1) sosialisasi dan diskusi interaktif untuk memperkenalkan konsep dan manfaat warung hidup, (2) penyuluhan teknik budidaya hortikultura, (3) praktik langsung penanaman di pekarangan, serta (4) pendampingan dan monitoring secara berkala untuk memastikan pertumbuhan tanaman dan mengatasi kendala budidaya. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test, sedangkan hasil praktis diukur menggunakan indikator partisipasi, penerapan, dan hasil produksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 54,3 meningkat menjadi 87,1 pada post-test, atau meningkat sebesar 60%. Selain itu, 90% peserta berhasil memanfaatkan pekarangan untuk menanam, dan 105% melebihi target panen minimal dua kali selama periode program. Keberagaman tanaman yang dibudidayakan mencapai 140% dari target, sehingga memberikan sumber pangan yang lebih bervariasi dan bergizi bagi keluarga. Temuan ini membuktikan bahwa konsep warung hidup efektif mendukung kemandirian pangan keluarga dan memiliki potensi besar untuk direplikasi di wilayah lain sebagai strategi ketahanan pangan berbasis komunitas yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026