Pertumbuhan penduduk dan peningkatan aktivitas rumah tangga meningkatkan volume sampah organik yang dominan di TPA, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan emisi gas rumah kaca. Pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik cair (POC) menawarkan solusi ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai hara limbah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Banjarnegara, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa Tematik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Metode yang diterapkan meliputi sosialisasi, demonstrasi pembuatan POC berbasis limbah sayuran, dan praktik langsung oleh peserta. Evaluasi dilakukan melalui post-test dan observasi keterampilan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat; 87,5% peserta memperoleh skor ≥70 pada post-test, sementara ±90% mampu melakukan proses pembuatan POC secara mandiri. Produk POC yang dihasilkan mengandung unsur hara makro dan mikro serta mikroorganisme fungsional, berpotensi meningkatkan kesuburan tanah, mendukung pertumbuhan tanaman, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk sintetis. Selain itu, pemanfaatan limbah organik rumah tangga mendukung pengurangan volume sampah, penerapan prinsip ekonomi sirkular, dan peningkatan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Kegiatan ini juga memperkuat partisipasi kelompok masyarakat lokal dan menyediakan model praktik baik yang dapat direplikasi di wilayah lain. Kesimpulannya, pembuatan POC dari limbah rumah tangga efektif meningkatkan kapasitas masyarakat, mendukung keberlanjutan lingkungan, dan mendorong pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Copyrights © 2026