Remaja merupakan calon orang tua yang penting untuk mendapat edukasi tentang pentingnya ASI. Namun pada kenyataannya, mereka seringkali memiliki pengetahuan terbatas, terpengaruh mitos, kurang dukungan sosial sehingga berisiko melewatkan praktik menyusui yang benar di masa depan. Kurangnya edukasi dini pada remaja berkontribusi pada rendahnya self-efficacy menyusui saat mereka menjadi orang tua. Saat ini, edukasi pentingnya ASI dilakukan saat masa kehamilan atau menyusui, sementara edukasi untuk remaja sebagai calon orang tua atau pendukung ASI masih jarang dijalankan. Kegiatan berupa edukasi, diberikan kepada siswi-siswi SMAN 9 Kota Cirebon yang tergabung dalam ekstrakulikuler Pramuka dan UKS/PMR berjumlah 50 orang. Rangkaian kegiatan diawali dengan pre tes sebagai upaya untuk mengukur pengetahuan remaja putri tentang perannya dalam mengedukasi lingkungan tentang pentingnya ASI, dilanjutkan dengan kegiatan edukasi dan diakhiri dengan post test. Kegiatan edukasi menggunakan media power point, video edukasi serta games yang sifatnya edukatif. Nilai rata-rata pre test pengetahuan remaja tentang perannya dalam mengedukasi lingkungan terkait pentingnya ASI sebesar 78% dan post test 84% . Terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari sebesar 6%. Luaran yang dicapai yaitu peningkatan pengetahuan, video kegiatan, serta HKI video kegiatan. Terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan remaja dari pre test ke post test setelah diberikan materi pendidikan tentang perannya dalam mengedukasi lingkungan tentang pentingnya ASI. Saran agar Pembina UKS dan Pembina PMR SMAN 9 Kota Cirebon melakukan pendampingan peer education terhadap siswi dibawah bimbingan Program UKS UPT Puskesmas Kalijaga Kota Cirebon.
Copyrights © 2026