Studi ini mengeksplorasi bagaimana kepemimpinan dapat meningkatkan produktivitas karyawan alih daya melalui pengembangan disiplin kerja, etika kerja, dan budaya kerja. Di banyak organisasi, karyawan alih daya sering menghadapi tantangan seperti terbatasnya kesempatan pelatihan, status pekerjaan sementara, dan keterikatan emosional yang lebih lemah terhadap organisasi. Kondisi ini dapat menyebabkan motivasi dan produktivitas yang lebih rendah. Oleh karena itu, kepemimpinan memainkan peran penting dalam membentuk perilaku kerja yang positif dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana kepemimpinan secara langsung memengaruhi disiplin kerja dan etika kerja, untuk menguji peran mediasi budaya kerja, dan untuk memahami bagaimana disiplin kerja dan etika kerja berkontribusi terhadap produktivitas karyawan. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis SEM/PLS, studi ini melibatkan karyawan alih daya yang bekerja di organisasi pengguna. Temuan menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin dan etos kerja, serta diperkuat oleh budaya kerja sebagai variabel mediasi. Disiplin kerja dan etos kerja juga terbukti meningkatkan produktivitas, dengan etos kerja sebagai faktor paling dominan. Kebaruan penelitian ini terletak pada model integratif yang menghubungkan kepemimpinan, budaya kerja, dan perilaku kerja dalam meningkatkan produktivitas tenaga alih daya secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026