Urgensi penelitian ini adalah bahwa penanganan stunting yang tidak efektif dan sustainable akan menyebabkan gangguan jangka pendek dan jangka panjang pada sebagian besar balita di Indonesia. Maka, harus detail dan lebih perhatian dalam tahapan implementasi program di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pemberian makanan tambahan (PMT) sebagai upaya penanggulangan stunting pada balita. Subjek penelitian ini adalah seluruh pihak yang terkait (stakeholders) dengan program PMT di posyandu desa Pombakka, kota Masamba kabupaten Luwu Utara. Stakeholder yang dimaksud adalah Dinas Kesehatan Masamba, kepala desa, pimpinan serta para nakes dan kader posyandu Desa Pombakka. Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara dengan pihak terkait, dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Di mana data dikumpulkan, lalu direduksi, disajikan dan disimpulkan. Data yang terkumpul dianalisis secara interpretatif dengan memberikan makna dan kesimpulan. Teknik keabsahan data dengan melakukan triangulasi; sumber, waktu, dan data. Peneliti menjadi instrumen utama dalam penelitian ini. Berdasarkan enam parameter dari teori Van Meter dan Van Horn yang digunakan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Standar dan Sasaran Kebijakan dari program PMT telah tepat sasaran, meski masih menimbulkan kecemburuan sosial pada keluarga yang tidak masuk dalam kategori sasaran program. Kemampuan Sumber Daya: sumber daya manusia; finansial, sarana dan prasarana masih membutuhkan peningkatan dalam banyak sisi. Karakteristik pelaksana khusus bagi kader posyandu yang langsung turun lapangan juga masih memerlukan edukasi mengenai standar pola makan dan hidup sehat yang nantinya bisa disosialisasikan ke keluarga sasaran program PMT. Disposisi atau sikap pelaksana membutuhkan karakter yang tangguh dalam menghadapi tantangan di saat turun tugas. Dibutuhkan mental pengabdian tanpa batas. Komunikasi antar organisasi telah berjalan meski terkadang beberapa informasi terlambat sampai di para kader posyandu. Terakhir, lingkungan sosial, ekonomi, dan politik menjadi tantangan terberat. Sebab, sekuat dan bersemangat apapun para kader posyandu dalam mendelegasikan program PMT kepada masyarakat, tetap dibutuhkan umpan balik yang aktif dari masyarakat. Merekalah yang harus menyambut baik ikhtiar pemerintah sambil terus berusaha aktif mengontrol keluarga mereka agar tetap sehat dan jauh dari stunting.
Copyrights © 2026