Regulasi emosi merupakan kemampuan penting yang mendukung perkembangan sosial dan keberhasilan pembelajaran anak; namun, anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) sering mengalami kesulitan dalam mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara adaptif, sehingga berdampak pada partisipasi mereka di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, guru memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan yang tepat terhadap regulasi emosi anak dengan ASD di sekolah inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi guru dalam mendukung regulasi emosi anak dengan ASD di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai pengalaman dan praktik guru. Subjek penelitian terdiri atas tiga orang guru yang secara langsung mendampingi anak dengan ASD dalam kegiatan pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan enam tema utama, yaitu pemahaman guru terhadap karakteristik emosi anak, penciptaan lingkungan belajar yang terstruktur dan aman secara emosional, penggunaan strategi pembelajaran, pendekatan empatik, tantangan yang dihadapi guru, serta kolaborasi dengan orang tua dan tenaga profesional. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa dukungan regulasi emosi anak dengan ASD memerlukan pendekatan yang terstruktur, empatik, dan kolaboratif, serta menekankan peran penting guru dalam pendidikan inklusif`.
Copyrights © 2026