Ketimpangan digital menjadi isu krusial dalam pembangunan ekonomi modern, khususnya dalam konteks perbedaan akses antara masyarakat perkotaan dan pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana ketimpangan akses teknologi digital memengaruhi peluang ekonomi masyarakat di dua wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan strategi studi fenomenologi, melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap pelaku ekonomi di wilayah perkotaan dan pedesaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat perkotaan memiliki akses yang lebih baik terhadap infrastruktur digital, literasi teknologi, serta peluang ekonomi berbasis digital seperti e-commerce dan layanan keuangan digital. Sebaliknya, masyarakat pedesaan masih menghadapi berbagai hambatan, seperti keterbatasan jaringan internet, rendahnya literasi digital, serta minimnya dukungan infrastruktur dan kebijakan. Ketimpangan ini berdampak pada perbedaan signifikan dalam kemampuan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Selain itu, ditemukan bahwa faktor sosial, pendidikan, dan dukungan pemerintah turut memengaruhi tingkat adopsi teknologi di kedua wilayah. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan untuk mengurangi kesenjangan digital, seperti peningkatan infrastruktur, pelatihan literasi digital, dan pemerataan akses teknologi. Dengan demikian, upaya tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkeadilan di seluruh lapisan masyarakat.
Copyrights © 2026