Retensi karyawan masih menjadi isu penting dalam industri konstruksi karena tingginya tuntutan pekerjaan dan ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Penelitian sebelumnya telah banyak mengkaji pengaruh tuntutan pekerjaan terhadap sikap karyawan, namun masih terbatas penelitian yang mengeksplorasi peran employee engagement sebagai mekanisme mediasi yang menghubungkan work overload dan work–family conflict dengan job embeddedness. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work overload dan work–family conflict terhadap job embeddedness dengan employee engagement sebagai variabel intervening pada karyawan perusahaan konstruksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah karyawan yang bekerja pada perusahaan konstruksi, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Kriteria responden adalah karyawan proyek konstruksi yang telah bekerja minimal satu tahun. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 212 responden. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work overload dan work–family conflict berpengaruh negatif dan signifikan terhadap employee engagement. Selanjutnya, employee engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap job embeddedness. Work overload juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap job embeddedness, sedangkan work–family conflict tidak berpengaruh signifikan terhadap job embeddedness. Selain itu, employee engagement terbukti memediasi hubungan antara work overload dan job embeddedness serta hubungan antara work–family conflict dan job embeddedness. Temuan ini menegaskan pentingnya peran employee engagement dalam memperkuat keterikatan karyawan terhadap organisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur dengan menyediakan bukti empiris mengenai peran mediasi employee engagement dalam hubungan antara tuntutan pekerjaan dan job embeddedness pada konteks industri konstruksi. Secara praktis, perusahaan disarankan untuk mengelola beban kerja yang berlebihan serta mendorong keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi guna meningkatkan employee engagement dan memperkuat job embeddedness karyawan.
Copyrights © 2026