Penggunaan antibiotik secara irasional masih menjadi masalah utama dalam kesehatan masyarakat, terutama di tingkat rumah tangga. Praktik swamedikasi tanpa pengawasan tenaga kesehatan, pembelian antibiotik tanpa resep, serta ketidaktepatan dosis dan durasi penggunaan berkontribusi terhadap terjadinya resistensi antibiotik. Ibu sebagai pengelola utama kesehatan keluarga memiliki peran strategis dalam menentukan pola penggunaan obat di rumah tangga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu serta memberdayakan mereka sebagai agen perubahan dalam pengendalian resistensi antibiotik di Desa Kaliasin 3, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi penggunaan obat, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan ini melibatkan 30 responden dan data dianalisis menggunakan uji t berpasangan dengan tingkat signifikansi p0,05. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai meningkat dari 68% menjadi 91,87%. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis pemberdayaan ibu efektif dalam meningkatkan pemahaman penggunaan antibiotik secara rasional. Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan resistensi antibiotik yang dimulai dari lingkungan keluarga.
Copyrights © 2026