Artikel ini membahas permasalahan utama terkait rendahnya kualitas dan konsistensi praktik akuntansi karbon di Indonesia, terutama akibat keterbatasan standar nasional, kapasitas teknis, serta kesiapan infrastruktur digital dalam mendukung pengukuran dan pengungkapan emisi karbon. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perkembangan, tantangan, dan kebutuhan implementasi akuntansi karbon melalui kajian literatur sistematis terhadap publikasi periode 2019–2024. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi literatur dengan menelaah temuan empiris, kerangka teoretis, serta arah regulasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengukapan karbon di Indonesia masih didominasi laporan naratif dan belum terintegrasi dengan standar internasional seperti IFRS S2, terutama dalam pelaporan emisi Scope 2 dan 3. Temuan lainnya mengungkap bahwa kurangnya SDM terlatih, tingginya biaya teknologi, serta ketiadaan standar nasional yang seragam menjadi kendala signifikan bagi perusahaan. Implikasinya, diperlukan harmonisasi standar, penguatan kapasitas teknis, dan pengembangan pasar karbon nasional untuk meningkatkan kualitas akuntansi karbon dan mendukung agenda keberlanjutan Indonesia.
Copyrights © 2026