Infertilitas masih menjadi masalah kesehatan reproduksi yang signifikan, dan keberhasilan program in vitro fertilization (IVF) dipengaruhi oleh kualitas gamet, khususnya morfologi oosit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan morfologi oosit dengan angka fertilisasi serta kualitas embrio pada tahap pembelahan hari ke-3 dan blastokista hari ke-5. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain analitik komparatif menggunakan data sekunder pasien IVF di Blastula IVF Center Siloam Sriwijaya Palembang periode Maret 2021–Desember 2024. Sampel terdiri dari 213 pasien yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Variabel bebas meliputi parameter morfologi oosit (sitoplasma, polar bodi, ruang perivitelline , zona pelusida, dan bentuk oosit), sedangkan variabel terikat adalah angka fertilisasi dan kualitas embrio. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi dengan ruang perivitelline dan zona pelusida berhubungan signifikan dengan angka fertilisasi (p < 0,05). Pada kualitas embrio hari ke-3, ruang perivitelline dan bentuk oosit menunjukkan hubungan bermakna, sedangkan pada tahap blastokista hari ke-5 tidak ditemukan hubungan signifikan antara morfologi oosit dan kualitas embrio. Kesimpulannya, pengaruh morfologi oosit lebih dominan pada tahap awal perkembangan embrio dibandingkan tahap blastokista.
Copyrights © 2026