Penelitian ini membahas dampak peralihan pengelolaan Desa Wisata Ketapang Urban Aquaculture terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan studi kasus dan teori struktural fungsional Talcott Parsons dengan indikatr AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integracy, Latency). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peralihan pengelolaan Desa Wisata Ketapang Urban Aquaculture dari pemerintah ke BUMD PT. Mitra Kerta Raharja berdampak signifikan terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Analisis menggunakan teori AGIL Talcott Parsons mengungkapkan lemahnya Adaptation, Goal Attainment, Integracy, Latency akibat naiknya biaya, menurunnya wisatawan, terbatasnya partisipasi, serta pudarnya nilai lokal. Pengelolaan yang berorientasi korporat cenderung mengabaikan kesejahteraan warga dan memicu ketimpangan sosial ekonomi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan kolaboratif dan partisipatif dalam pengembangan desa wisata agar keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga. Kata kunci : Peralihan pengelolaan, Desa wisata, Sosial ekonomi.
Copyrights © 2026