Swasembada pangan merupakan pilar stabilitas nasional yang memerlukan optimalisasi lahan secara berkelanjutan. Provinsi Kalimantan Tengah memiliki potensi lahan luas, namun menghadapi tantangan berupa rendahnya Indeks Pertanaman (IP), keterbatasan sarana dan prasarana, serta belum optimalnya pemanfaatan lahan terlantar. Tujuan tulisan ini mengidentifikasi permasalahan peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) di Kalimantan Tengah serta merumuskan strategi percepatan dan langkah implementasi teknis untuk mencapai target swasembada pangan tahun 2026. Kajian ini disusun menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka dan analisis data sekunder yang bersumber dari laporan kebijakan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Kalimantan Tengah serta literatur terkait manajemen pertanian. Strategi utama yang diidentifikasi meliputi pemetaan potensi tanam berbasis data spasial (Siscrop/Simotandi), percepatan tanam maksimal 14 hari pascapanen, penggunaan varietas padi supergenjah, serta penguatan mekanisasi pertanian dan manajemen air melalui pompa bergerak. Target strategis tahun 2026 ditetapkan pada LTT reguler sebesar 86.913 ha dan LTT padi gogo sebesar 8.565 ha. Keberhasilan percepatan LTT di Kalimantan Tengah sangat bergantung pada sinergi lintas sektor dan konsistensi monitoring harian. Implementasi teknologi modernisasi pertanian terbukti menjadi kunci utama dalam meminimalisir jeda tanam dan meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan.
Copyrights © 2025