Masalah terletak pada rendahnya produktivitas tenaga kerja pada unit pengecoran PT. X yang merupakan salah satu produsen produk velg untuk komponen otomotif di Indonesia. Tujuan pengukuran produktivitas parsial (tenaga kerja) model Habberstad yang disesuaikan kondisi perusahaan adalah sebagai upaya meningkatkan produktivitas agar mampu bersaing di pasar global. Keunggulan dari model ini karena lengkap memperinci pengukuran produktivitas kedalam enam ukuran produktivitas, yaitu : (1) produktivitas tenaga kerja, (2) produktivitas modal, (3) produktivitas produksi, (4) produktivitas organisasi, (5) produktivitas penjualan, (6) produktivitas produk. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa produktivitas tenaga kerja bulan Desember tahun 2011 (94,63) dibandingkan bulan September, Oktober dan Nopember tahun 2011 (100, 273,39 dan 342,18) adalah buruk. Metode perbaikannya, meliputi : (1) pendidikan dan latihan, (2) perbaikan rnetodemetode, (3) gaji sesuai prestasi, (4) motivasi, (5) lingkungan kerja. Bahasan ini diharapkan menjadi contoh kasus bagi pengembangan usaha industri logam mesin dalam negeri di masa mendatang.
Copyrights © 2012