Pertumbuhan lalu lintas di Indonesia menuntut pengembangan material perkerasan inovatif yang ramah lingkungan, kuat, dan berkelanjutan. Perkerasan aspal konvensional memiliki keterbatasan pada durabilitas terhadap beban berulang, sedangkan perkerasan berbasis semen rentan terhadap retak dini dan memerlukan biaya konstruksi yang tinggi. Salah satu alternatif potensial adalah pemanfaatan Crumb Rubber dan Engineered Cementitious Composite (ECC) yang dikombinasikan dengan kerikil aspal porous berbasis Styrofoam. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja mekanik komposit tersebut melalui pengujian kuat tekan dan kuat lentur. Metode penelitian meliputi persiapan material (aspal penetrasi 60/70, kerikil, semen PCC, fly ash, abu sekam padi, Crumb Rubber, dan Styrofoam), perancangan mix design melalui pendekatan trial and error berdasarkan literatur ECC, pembuatan benda uji kubus (15×15×15 cm) untuk uji tekan, dan balok (15×15×60 cm) untuk uji lentur. Pengujian dilakukan pada umur 3 hari sesuai SNI 1974:2011 dan SNI 4431:2011. Hasil menunjukkan bahwa komposit kerikil aspal CR-ECC tanpa aditif memiliki kuat tekan rata-rata tertinggi 10,27 MPa, sedangkan campuran dengan tambahan Styrofoam dan Crumb Rubber 7,5% menurun menjadi 5,82 MPa. Sebaliknya, pada uji lentur, variasi dengan Styrofoam menunjukkan peningkatan kuat lentur hingga 1,50 MPa dibanding kontrol 1,40 MPa. Temuan ini mengindikasikan bahwa penambahan material limbah dapat meningkatkan fleksibilitas komposit, meskipun pada tahap awal menurunkan kekuatan tekan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pemanfaatan limbah industri dan rumah tangga seperti Crumb Rubber, fly ash, abu sekam padi, dan Styrofoam memiliki potensi dalam menciptakan material perkerasan yang lebih ramah lingkungan. Disarankan penelitian lanjutan dengan variasi kadar dan waktu perawatan lebih panjang untuk mengoptimalkan kombinasi kinerja tekan dan lentur serta mendukung aplikasi di perkerasan jalan berkelanjutan di Indonesia.
Copyrights © 2025