Penelitian ini menganalisis penerapan elemen dan prinsip desain menurut kerangka teori David A. Lauer pada bangunan ArtScience Museum di Marina Bay Sands, Singapura. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keunikan bentuk bangunan yang tidak hanya berfungsi sebagai institusi budaya, tetapi juga menjadi ikon arsitektural yang kuat. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bagaimana elemen-elemen visual seperti bentuk, ruang, garis, tekstur, dan warna, serta prinsip-prinsip desain seperti kesatuan, keseimbangan, ritme, penekanan, dan proporsi, termanifestasi dalam desain museum tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis visual, di mana data diperoleh melalui observasi langsung terhadap bangunan dan studi literatur terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa desain ArtScience Museum yang menyerupai “teratai” secara konsisten menerapkan teori Lauer. Bentuk biomorfik yang organik menciptakan kesatuan dan keharmonisan dengan lingkungan perairan sekitarnya. Keseimbangan asimetris tercapai melalui komposisi “jari-jari” atau kelopak yang dinamis namun stabil. Ritme tercipta dari pengulangan bentuk kelopak dan struktur siripnya, sementara penekanan (fokus) secara alami tertuju pada bagian puncak dan atrium tengah yang dramatis. Proporsi dan skala bangunan yang monumental dikombinasikan dengan tekstur material beton dan kaca, serta permainan cahaya alami, memperkaya pengalaman visual. Simpulan penelitian mengonfirmasi bahwa keunggulan estetika dan daya tarik visual ArtScience Museum tidak terlepas dari penerapan elemen dan prinsip desain secara komprehensif dan terintegrasi, sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh David Lauer. Studi ini memberikan perspektif baru dalam menilai karya arsitektur ikonik melalui lensa teori desain dasar.
Copyrights © 2026