Polusi udara merupakan krisis kesehatan global, dengan PM2.5 sebagai polutan paling berbahaya yang berkontribusi pada 8,1 juta kematian pada tahun 2021. Di Indonesia, yang merupakan salah satu negara dengan polusi PM2.5 tertinggi, masih terdapat kesenjangan antara ketersediaan data kualitas udara dan manfaatnya bagi masyarakat. Alat pemantau yang ada seringkali hanya menyajikan data saat itu, bukan prediksi yang dibutuhkan untuk tindakan preventif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang antarmuka aplikasi prediksi PM2.5 yang dapat diterima dan mudah digunakan oleh masyarakat umum. Metode perancangan yang digunakan adalah software development life cycle dengan model waterfall. Proses desain awal dilakukan menggunakan Figma, sedangkan implementasi antarmuka dikembangkan menggunakan framework Streamlit dengan bahasa pemrograman Python. Hasil realisasi mengubah desain awal yang terdiri dari empat halaman (dashboard, information, evaluation, about) menjadi tiga halaman fungsional: prediksi, validasi, dan tentang. Pengujian dilakukan menggunakan metode black box testing dan menghasilkan luaran sesuai ekspektasi yang diinginkan. Antarmuka yang dihasilkan ini dirancang untuk menyajikan data prediksi yang kompleks dalam format yang mudah dipahami, guna membantu meningkatkan kesadaran publik akan bahaya PM2.5.
Copyrights © 2026