Remaja merupakan kelompok usia yang sangat rentan mengalami kecemasan, terutama remaja kelas XII rentan mengalami kecemasan akibat tekanan akademik dan ketidakpastian masa depan. Kecemasan yang tidak tertangani dapat memengaruhi kesehatan mental dan prestasi belajar. Relaksasi ASMR ini dilakukan untuk mengetahui perubahan terhadap tingkat kecemasan remaja kelas XII 7 dan 8 di SMA Negeri 1 Ciawi. Penelitian memakai pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII 7 dan 8 sebanyak 69 orang, dengan jumlah sampel 45 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah intervensi ASMR sebanyak tiga sesi, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukan setelah tindakan adanya penurunan kecemasan yang signifikan setelah intervensi dengan nilai 0.000 (p < 0.05). Mayoritas siswa mengalami pergeseran dari kecemasan sedang dan berat menjadi ringan atau tidak cemas. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa teknik relaksasi ASMR terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada remaja dan dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan yang sederhana dan aplikatif di sekolah.
Copyrights © 2026