Daun jeruk bali (Citrus maxima Merr.) adalah tanaman endemik Indonesia yang memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami. Tanaman ini kaya akan senyawa bioaktif, terutama senyawa fenolik dan flavonoid, yang berperan penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi senyawa fenolik dan flavonoid dalam ekstrak daun jeruk bali sebagai antioksidan, serta mengkaji aspek manajerial dalam pengembangan produk herbal berbasis ekstrak daun jeruk bali dalam industry farmasi. Ekstraksi dilakukan using metode maserasi, diikuti dengan analisis kandungan senyawa melalui spektrofotometri. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak daun jeruk bali mengandung total fenolik sebanyak 1194,24 ± 94,55 mg GAE/g ekstrak dan flavonoid sebesar 169,14 ± 19,62 mg QE/g ekstrak. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan CUPRAC memberikan hasil yang signifikan, masing-masing sebesar 1,23 ± 0,00411 AAE mg/g ekstrak dan 288,96 ± 11,33 AAE mg/g ekstrak. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak daun jeruk bali memiliki potensi antioksidan yang kuat. Selain itu, perspektif manajemen farmasi sangat penting dalam mengembangkan strategi produksi produk herbal berbasis daun jeruk bali untuk memaksimalkan kegunaannya sebagai bahan baku dalam produk kesehatan seperti suplemen atau ramuan herbal.. Evaluasi ini memberikan wawasan mengenai pentingnya pengelolaan rantai pasok bahan baku herbal, pengendalian kualitas, dan regulasi dalam produksi obat herbal berbasis bahan alam.
Copyrights © 2026