Perkembangan teknologi pada era digital telah mengubah pola interaksi dan komunikasi masyarakat, termasuk dalam praktik dakwah. Generasi z sebagai pengguna aktif media sosial menjadikan platform digital sebagai salah satu ruang untuk memperoleh informasi keagamaan. Kondisi seperti ini menuntut pendakwah untuk tidak hanya memahami substansi ajaran Islam, tetapi juga menguasai etika komunikasi yang sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan Hadist. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis etika komunikasi pendakwah di media sosial dengan berfokus pada enam prinsip komunikasi dalam al-Qur’an yaitu, qaulan sadidan, qaulan baligha, qaulun ma’rufan, qaulan karima, qaulan layyina, dan qaulan masyira. Metode penelitian menggunakan pendekatan literatur review melalui penelusuran buku, artikel ilmiah, dan jurnal terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas dakwah melalui digital sangat dipengaruhi oleh kemampuan pendakwah menyampaikan pesan dengan jujur, santun, tepat sasaran, dan sesuai dengan karakteristik audiens. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa ada kecenderungan sebagian pendakwah yang menggunakan bahasa kasar, merendahkan, atau provokatif yang memiliki potensi menimbulkan konflik dan menjauhkan generasi muda dari nilai-nilai Islam. Dengan demikian, penerapan etika komunikasi menjadi faktor penting dalam memastikan dakwah di media sosial tetap membawa nilai rahmatan lil ‘alamin dan mampu diterima secara konstruktif oleh generasi Z.
Copyrights © 2026