Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa perubahan besar dalam pola interaksi masyarakat, termasuk dalam kehidupan keluarga masyarakat Sasak di Lombok. Teknologi seperti telepon pintar dan media sosial memberikan kemudahan dalam berkomunikasi, namun di sisi lain juga berpotensi melemahkan hubungan kekeluargaan jika tidak digunakan secara bijak. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi masyarakat Sasak dalam menjaga keharmonisan hubungan keluarga di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa masyarakat Sasak menerapkan strategi komunikasi berbasis nilai budaya lokal seperti besiru (gotong royong), musyawarah keluarga, penggunaan bahasa halus (base alus), serta pengendalian penggunaan teknologi dalam lingkungan keluarga. Strategi tersebut berperan penting dalam mempertahankan nilai kekeluargaan, rasa hormat, dan kebersamaan meskipun berada di era digital.
Copyrights © 2026