UMKM kuliner seperti Rumah Makan Pak Pangat memegang peranan penting dalam ekonomi lokal, namun seringkali menghadapi tantangan dalam efisiensi operasional akibat proses bisnis yang masih manual. Proses manajemen inventori yang bergantung pada pencatatan fisik dan perencanaan pembelian berbasis intuisi menyebabkan berbagai kendala, seperti ketidakakuratan data stok, risiko pemborosan bahan baku (food waste) akibat over-stocking, dan hilangnya potensi pendapatan akibat under-stocking. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi guna mendigitalisasi dan mengoptimalkan proses manajemen inventori tersebut. Sistem dikembangkan menggunakan metode Waterfall dengan mengimplementasikan fitur peramalan kebutuhan stok menggunakan algoritma Single Moving Average (SMA). Berdasarkan pengujian fungsionalitas menggunakan Black Box Testing, sistem terbukti berjalan valid sesuai spesifikasi. Evaluasi akurasi peramalan menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) menghasilkan nilai rata-rata 37,78% yang dikategorikan sebagai Layak (Reasonable). Pengujian usability menggunakan System Usability Scale (SUS) terhadap 46 responden menghasilkan skor 78, menempatkan sistem pada kategori Acceptable dengan predikat Grade B. Dengan demikian, sistem yang dihasilkan layak diimplementasikan untuk menyediakan rekomendasi pembelian harian secara otomatis dan meningkatkan efisiensi operasional.
Copyrights © 2026