Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh job insecurity dan stres kerja terhadap turnover intention pada guru honorer di sekolah dasar negeri Medan Marelan. Penelitian dilatarbelakangi fenomena tingginya ketidakpastian kerja serta tekanan psikologis yang dialami guru honorer yang berpotensi meningkatkan keinginan meninggalkan pekerjaan. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan populasi 116 guru dan sampel 100 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen skala Likert yang mengukur job insecurity, stres kerja, dan turnover intention. Analisis regresi dengan SPSS versi 22 menunjukkan bahwa job insecurity dan stres kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap turnover intention (F = 38,008; p = 0,000). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,385 menunjukkan kedua variabel menjelaskan 38,5% varians, sedangkan 61,5% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Secara parsial, job insecurity (β = 0,334; p = 0,003) dan stres kerja (β = 0,337; p = 0,003) berpengaruh positif signifikan. Temuan ini menunjukkan semakin tinggi job insecurity dan stres kerja maka semakin kuat kecenderungan guru honorer untuk keluar, sehingga sekolah perlu meningkatkan kesejahteraan serta dukungan psikologis guru honorer. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya kebijakan institusi yang adil, kepastian status kerja, serta lingkungan kerja suportif guna menekan niat keluar dan menjaga stabilitas tenaga pendidik dalam jangka panjang secara berkelanjutan dan efektif berkelanjutan.
Copyrights © 2026