Masalah perbatasan antara Spanyol dan Maroko masih menjadi isu pelanggaran Hak Asasi Manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya Amnesty International dalam menangani permasalahan perbatasan di Ceuta dan Melilla pada periode 2020-2024. Permasalahan yang diangkat berfokus pada konflik migrasi dan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi akibat kebijakan represif yang diterapkan oleh Spanyol dan Maroko. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amnesty International berperan sebagai aktor non-negara yang mendorong melalui advokasi dan investigasi. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang dinamika konflik perbatasan dan peran penting organisasi non-pemerintah dalam memperjuangkan hak-hak migran. Penelitian juga merekomendasikan pentingnya sinergi antara aktor negara, organisasi internasional dan masyarakat sipil untuk menciptakan solusi yang berkeadilan dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.
Copyrights © 2026