Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh financial distress, management compensation, dan inventory intensity terhadap tax avoidance. Populasi pada penelitian ini yaitu perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024 dengan jumlah perusahaan sebanyak 128 perusahaan. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Dengan diperoleh sampel sebanyak 44 perusahaan dengan periode pengamatan selama 5 tahun sehingga total sampel sejumlah 220 data observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, financial distress berpengaruh terhadap tax avoidance. Sementara itu, management compensation tidak berpengaruh terhadap tax avoidance, dan inventory intensity juga tidak berpengaruh terhadap tax avoidance. Namun secara simultan, variabel financial distress, management compensation, dan inventory intensity berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance.
Copyrights © 2026