Dalam ilmu sejarah, sisi subjektif penulis/pembaca sejarah tak bisa terhindarkan. Terlebih dalam membaca sejarah seorang Nabi. Seorang muslim dituntut arif dalam membaca sejarah Nabi Muhammad Saw. yang sangat beragam. Penelitian ini akan mengurai bagaimana cara membaca Muhammad ibnu Abdillah yang telah ditulis oleh banyak ulama, baik yang terisi hal “supra rasional” ataupun yang mencoba membersihkannya. Penelitian ini juga mencuplik pembacaan penganut agnostisme (bertuhan tetapi tidak memeluk agama) tentang Nabi Muhammad Saw. Di samping itu, penelitian ini juga akan mengaplikasikan timbangan al-Quran dalam membaca sejarah Nabi Muhammad, ketika mengurai tauhid yang menjadi pokok ajaran Islam. Jika ada pendapat atau ujaran yang menyimpan dari tauhid, semisal Muhammad muda pernah menyembah berhala, maka ujaran itu mesti ditolak
Copyrights © 2026