Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengaruh faktor psikologis dalam pengambilan keputusan politik Soekarno, khususnya dalam konteks penerapan Demokrasi Terpimpin. Sebagai pemimpin revolusioner, Soekarno seringkali membuat keputusan yang mempengaruhi banyak orang dan negara. Namun, banyak riset yang mengabaikan dimensi psikologis dalam proses pengambilan keputusan ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikogenealogi, yang menggabungkan psikoanalisis dan silsilah untuk mengungkap faktor-faktor psikologis yang membentuk keputusan-keputusan politiknya. Data diperoleh melalui analisis terhadap pidato, tulisan, dan peristiwa sejarah yang melibatkan Soekarno. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan-keputusan politik Soekarno dipengaruhi oleh kecemasan, keinginan narsistik, dan fantasi yang terkait dengan identitas dirinya sebagai pemimpin besar revolusi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa psikogenealogi dapat memberikan wawasan baru dalam memahami keputusan-keputusan besar dalam sejarah Indonesia dan menyarankan agar penelitian serupa dilakukan pada tokoh-tokoh sejarah lainnya untuk melihat peran psikologi dalam politik.
Copyrights © 2026