Abstrak: Perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam lima tahun terakhir telah secara fundamental mengubah cara desainer grafis menciptakan, memproduksi, dan mendistribusikan komunikasi visual. Survei global menunjukkan bahwa 93% desainer web dan grafis kini mengintegrasikan alat AI ke dalam alur kerja mereka, dengan 62% melaporkan pengurangan waktu pengerjaan tugas hingga 20% dan 44% menyatakan bahwa AI mampu mengotomatisasi tugas-tugas yang bersifat repetitif. Platform seperti Adobe Firefly, Midjourney, DALL·E, dan Canva AI telah menjadi bagian integral dari ekosistem desain, dengan mengotomatisasi tugas-tugas teknis seperti retouching, penghapusan latar belakang, pembuatan variasi tata letak, dan sintesis teks menjadi gambar. Bagi desainer yang dilatih dalam praktik konvensional yang berakar pada sketsa manual dan penyempurnaan visual secara bertahap, AI menawarkan peningkatan produktivitas sekaligus menimbulkan kekhawatiran terkait orisinalitas, homogenisasi gaya, serta perubahan kompetensi profesional. Penelitian ini menganalisis bagaimana integrasi AI mentransformasi praktik desain grafis konvensional dengan mengkaji perubahan alur kerja, dampak terhadap kreativitas, serta bentuk-bentuk baru kolaborasi antara manusia dan AI dalam proses desain visual. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam dengan desainer grafis konvensional yang mengadopsi alat AI, observasi alur kerja, serta analisis dokumen terhadap hasil desain sebelum dan sesudah implementasi AI. Temuan penelitian menunjukkan bahwa AI mempercepat eksplorasi visual hingga 40%, mengurangi beban kerja teknis, dan memungkinkan desainer untuk lebih fokus pada pemikiran konseptual serta pengarahan kreatif; namun demikian, desainer perlu memposisikan diri sebagai co-creator yang mengarahkan, mengkurasi, dan mengontekstualisasikan hasil visual yang dihasilkan melalui kemitraan dengan sistem AI. Abstract: The rapid advancement of artificial intelligence (AI) over the past five years has fundamentally reshaped how graphic designers create, produce, and distribute visual communication. Global surveys indicate that 93% of web and graphic designers now integrate AI tools into their workflows, with 62% reporting up to 20% reduction in task time and 44% stating that AI automates repetitive tasks. Platforms such as Adobe Firefly, Midjourney, DALL·E, and Canva AI have become integral to the design ecosystem, automating technical tasks including retouching, background removal, layout variation generation, and text-to-image synthesis. For designers trained in conventional practices rooted in manual sketching and gradual visual refinement, AI offers productivity gains while raising concerns about originality, stylistic homogenization, and shifts in professional competencies. This study analyzes how AI integration transforms conventional graphic design practices by examining workflow changes, creativity impacts, and emerging forms of human–AI collaboration in visual design processes. A qualitative descriptive approach is adopted through in- depth interviews with conventional graphic designers adopting AI tools, workflow observations, and document analysis of design outputs before and after AI implementation. Findings show that AI accelerates visual exploration by up to 40%, reduces technical workload,andenablesdesignerstofocusonconceptualthinkingand creativedirection;however,designersmustrepositionthemselvesas co-creators who guide, curate, and contextualize visual outcomes generated in partnership with AI systems
Copyrights © 2026