Banjir merupakan bencana hidrometeorologis yang sering melanda Kelurahan Sarang Halang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, akibat curah hujan tinggi, perubahan tata guna lahan, sedimentasi sungai, serta keterbatasan sistem drainase. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas bendung retensi Sarang Halang dalam mengurangi risiko banjir dengan pendekatan integratif berbasis analisis hidrologi, penginderaan jauh, dan pemodelan hidrolika. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan distribusi probabilitas curah hujan untuk memperoleh debit banjir rencana, sedangkan analisis sedimentasi menggunakan metode RUSLE. Simulasi hidrolika dilakukan dengan HEC-RAS 2D dan divalidasi menggunakan citra Sentinel-1 SAR GRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bendung retensi mampu mereduksi luas genangan banjir secara signifikan, yaitu dari 52,77 ha menjadi 30,18 ha pada kala ulang 25 tahun (reduksi 74,85%) dan dari 98,45 ha menjadi 50,02 ha pada kala ulang 50 tahun (reduksi 86,45%). Debit pelepasan melalui outlet tercatat 7,59 m³/detik sehingga efektif menurunkan puncak limpasan. Kesimpulannya, bendung retensi Sarang Halang terbukti efektif sebagai infrastruktur mitigasi banjir, namun diperlukan pengelolaan sedimentasi dan operasi adaptif pintu air untuk menjaga kinerja jangka panjang.
Copyrights © 2026