Pencemaran pada wilayah perairan merupakan masalah lingkungan yang umum terjadi di sebagian besar daerah perkotaan, khususnya pada badan sungai. Bahan buangan yang mencemari sungai berasal dari sisa aktivitas manusia dan saluran-saluran pembuang tercemar yang bermuara ke sungai. Fosfat merupakan salah satu bahan dari limbah domestik cair yang bisa ditemukan di sebagian besar saluran drainase yang ada di perkotaan. Saluran-saluran drainase yang tercemar ini terus mengalir dan pada akhirnya akan bermuara dan terakumulasi pada badan sungai sehingga memiliki kontribusi terhadap pencemaran sungai. Penelitian ini bertujuan membuat sistem pengolahan limbah dalam upaya untuk mengatasi masalah pencemaran air pada saluran drainase. Sistem ini mengintegrasikan fungsi dari alat perangkap sampah dan teknik fitoremediasi dengan tanaman eichhornia crassipes yang diaplikasikan selama 30 hari untuk menangkap sampah sekaligus menurunkan kadar fosfat secara langsung pada saluran drainase. Hasil penelitian menunjukkan perangkap sampah mampu menjaring timbulan sampah pada saluran drainase sebanyak 0,424 m3 dengan volume rata-rata perhari 0,014 m3. Teknik fitoremediasi dengan tanaman eichhornia crassipes mampu menurunkan kadar fosfat di air pada saluran drainase. Hal tersebut dibuktikan dari 4 hasil pengujian laboratorium yang membandingkan kadar fosfat eksisting pada saluran drainase dan kadar fosfat pada kantong fitoremediasi yang menujukkan penurunan masing-masing sebesar 6,95%, 11,54%, 19,85%, dan 9,52%.
Copyrights © 2026