Sungai Landak bagian hilir memiliki peran penting sebagai sumber air baku sekaligus lokasi berbagai aktivitas masyarakat. Namun, peningkatan jumlah penduduk dan perubahan penggunaan lahan telah menyebabkan bertambahnya beban pencemar yang berdampak pada penurunan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber pencemar, menghitung besaran beban pencemar, serta menilai status mutu air menggunakan metode Indeks Pencemar (IP). Pengambilan sampel dilakukan pada tujuh titik sepanjang 18 km sungai dalam kondisi pasang dan surut, meliputi pengukuran parameter pH, suhu, DO, TDS, BOD, TSS, dan Total Coliform. Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa sumber pencemar berasal dari limbah domestik, aktivitas pertanian, industri, usaha kecil, perhotelan, rumah sakit, tambak ikan, serta galangan kapal. Kontribusi beban pencemar terbesar berasal dari industri kelapa sawit dan karet, dengan total beban BOD sebesar 20.692,18 Kg/Hari dan TSS sebesar 38.026,83 Kg/Hari. Berdasarkan perhitungan IP, kualitas air Sungai Landak bagian hilir umumnya berada pada kategori Cemar Ringan, dengan satu titik menunjukkan kondisi Cemar Sedang saat pasang dan satu titik berada pada kategori Baik saat surut. Temuan ini mencerminkan adanya pengaruh pasang–surut yang memengaruhi distribusi polutan tanpa secara signifikan mengurangi total beban pencemarnya.
Copyrights © 2026