Meningkatnya harga pakan ternak dan kebutuhan hewan ternak seiring dengan perkembangan populasi dunia menuntut adanya sumber alternatif pakan ternak yang andal. Sumber pakan ternak yang konvensional tidak lagi dapat diandalkan karena lahan pertanian yang terus menyusut seiring bertambahnya penduduk dengan segala dinamikanya. Sampah makanan, sebagai komponen utama sampah, dapat dijadikan sumber pakan ternak yang layak. Melalui fermentasi menggunakan air cucian beras dan air dedak, dengan penambahan dedak untuk menjaga kadar air, proses fermentasi menghasilkan pakan setelah minimal lima hari. Keberhasilan fermentasi ditandai oleh aroma menyerupai tapai dan munculnya jamur putih pada permukaan sampel. Hasil percobaan menunjukkan bahwa air cucian beras maupun air dedak lebih efektif dibandingkan EM4, dan keduanya lebih baik dibandingkan NTJ.
Copyrights © 2026