Disinfeksi merupakan tahapan penting dalam pengolahan air permukaan untuk menekan risiko mikrobiologis, namun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh karakteristik kimia air baku. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan kurva Break Point Chlorination (BPC) dan menentukan dosis klorin kritis pada air Danau Mahoni Universitas Indonesia. Metode penelitian dilakukan melalui uji laboratorium menggunakan variasi dosis kaporit sebesar 1; 1,5; 2; 2,5; 3; 3,5; dan 4 mL pada volume sampel 100 mL, yang dianalisis menggunakan metode titrasi iodometri untuk menentukan konsentrasi klorin aktif. Selain itu, dilakukan pengujian pengaruh waktu kontak pada dosis kritis selama 5 menit dan 120 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurva BPC terbentuk secara jelas dengan titik breakpoint berada pada dosis 3,5 mL. Konsentrasi klorin aktif meningkat seiring kenaikan dosis hingga mencapai 152,45 mg/L pada dosis 3 mL, kemudian menurun pada dosis 3,5 mL dan kembali meningkat pada dosis 4 mL hingga 198,54 mg/L. Pengujian waktu kontak menunjukkan terjadinya penurunan konsentrasi klorin aktif dari 159,54 mg/L menjadi 124,09 mg/L. Dosis 3,5 mL ditetapkan sebagai dosis klorin kritis untuk disinfeksi air Danau Mahoni.
Copyrights © 2026