Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku pada Rumah Makan Bebek dan Ayam Kampung Mas Budi Cabang Bandung dengan menggunakan metode Always Better Control (ABC) dan Economic Order Quantity (EOQ). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang berkaitan dengan penggunaan bahan baku serta biaya persediaan. Hasil analisis metode ABC menunjukkan bahwa bahan baku bebek, ayam kampung, dan ayam pejantan termasuk ke dalam kategori A karena memiliki kontribusi nilai terbesar terhadap total nilai persediaan sehingga memerlukan pengendalian yang ketat. Selanjutnya, bahan baku minyak goreng diklasifikasikan ke dalam kategori B karena memiliki kontribusi nilai menengah dan memerlukan pengawasan secara periodik. Sementara itu, bahan baku lele serta bumbu dan bahan pendukung lainnya termasuk ke dalam kategori C karena memberikan kontribusi nilai paling kecil terhadap total persediaan sehingga dapat dikelola dengan pengendalian yang lebih sederhana. Hasil perhitungan metode EOQ menunjukkan bahwa jumlah pemesanan optimal bahan baku bebek sebesar 52,8 kg, ayam kampung sebesar 18,23 kg, dan ayam pejantan sebesar 18,21 kg dengan frekuensi pemesanan masing-masing sebanyak dua kali. Selain itu, perhitungan safety stock menunjukkan kebutuhan stok pengaman sebesar 5,9 kg untuk bebek, 4,7 kg untuk ayam kampung, dan 4,5 kg untuk ayam pejantan, sedangkan reorder point ditetapkan masing-masing sebesar 26,53 kg, 9,24 kg, dan 9,22 kg. Penerapan metode ABC dan EOQ terbukti mampu meningkatkan efisiensi pengendalian persediaan serta meminimalkan risiko terjadinya kelebihan dan kekurangan persediaan.
Copyrights © 2026