Harmoni kosmik bukan kebetulan sederhana. Sejak akhir abad XVI Kepler melihat harmoni kosmik dalam metafora geometris (simbolis dan estetis). Namun, intuisi harmoni kosmik Kepler menjadi lebih radikal dalam fisika modern yang menemukan konstanta kosmologi fundamental dalam ketepatan numerik tertentu dan menjadi syarat eksistensial manusia. Tulisan ini hendak menimbang cara pandang manusia melihat dunia sebagai yang teratur (kosmos). Gagasan Kepler tampaknya relevan direfleksikan sebagai fondasi memahami dunia yang teratur secara simbolik dan matematis. Lebih jauh, kita bisa menggali implikasi ekologis, baik dari sudut etis maupun teologis, sebagai refleksi umum tentang keberadaan manusia dan dunia.
Copyrights © 2026