Artikel ini membahas kemungkinan modernitas yang terbentuk dalam puisi karya Sitor Situmorang berjudul Sungai yang dipublikasikan pada tahun 1952. Dalam mencapai tujuan itu dilakukan pendekatan refleksi fenomenologi yang mendeskripsikan estetika, bahasa, etika, dan epistemologi, sehingga puisi berjudul Sungai menampakkan kemungkinan modernitasnya. Pada akhirnya, puisi Sungai dalam kemungkinan yang demikian itu semakin terunggah ke permukaan dengan melekatkan pemaknaan wajah yang diadopsi dari gagasan Emmanuel Levinas dalam Totality and Infinity. Wajah yang muncul di dalam puisi Sungai memantulkan tidak semata wajah yang singular. Wajah yang terpantul dan dapat dilihat pada permukaannya adalah wajah yang beragam sebagai konsekuensi dari pendekatan refleksi fenomenologis.
Copyrights © 2026