Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil deteksi financial distress menggunakan Model Altman Z-Score dan Model Zmijewski pada perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-komparatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan auditan. Populasi penelitian berjumlah 78 perusahaan, dan melalui purposive sampling diperoleh 57 perusahaan sebagai sampel. Pengolahan data dilakukan dengan menghitung rasio-rasio pembentuk kedua model, mengklasifikasikan perusahaan ke dalam kategori safe zone/grey zone/distress untuk Altman dan non-distress/distress untuk Zmijewski, lalu membandingkan pola hasil secara deskriptif, tren, dan komparatif naratif. Hasil menunjukkan Model Altman cenderung lebih optimistis: (2022) 31 safe zone, 14 grey zone, dan 12 distress; (2023) 32 safe zone, 14 grey zone, 11 distress; serta (2024) 33 safe zone, 12 grey zone, dan 12 distress. Sebaliknya, Model Zmijewski mengklasifikasikan distress lebih banyak: (2022) 30 distress dan 27 non-distress; (2023) 30 distress dan 27 non-distress; serta (2024) 31 distress dan 26 non-distress. Hasil ini menegaskan bahwa Altman lebih sensitif terhadap dimensi operasional, penjualan, dan sinyal pasar, sedangkan Zmijewski lebih peka terhadap leverage, profitabilitas, dan likuiditas jangka pendek.
Copyrights © 2026