Masa remaja merupakan tahap transisi dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Pada fase ini, rasa ingin tahu terhadap kesehatan reproduksi sangat tinggi, namun seringkali berdasarkan informasi yang terbatas atau kurang tepat. Kondisi tersebut membuat remaja rentan mengalami masalah seperti infeksi menular seksual (IMS), perilaku seksual berisiko, kehamilan tidak diinginkan, serta dampak negatif pornografi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edukasi kesehatan reproduksi dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMA Negeri 1 Kuantan Hilir. Penyuluhan dilakukan melalui media presentasi, diskusi interaktif, serta evaluasi pre-test dan post-test. Materi meliputi remaja, pubertas, organ reproduksi, pencegahan IMS, dan bahaya pornografi. Hasil pre-test menunjukkan sebagian besar siswa berpengetahuan rendah hingga sedang dengan distribusi nilai 30–50 (60,6%), serta tidak ada yang memperoleh nilai sempurna. Setelah edukasi, hasil post-test meningkat signifikan: 54,54% siswa memperoleh nilai 100, 24,24% nilai 90, dan 15,15% nilai 80, tanpa nilai di bawah 70. Edukasi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa dan menegaskan peran strategis sekolah dalam menyediakan informasi akurat serta mudah dipahami.
Copyrights © 2026