Hiperbilirubinemia merupakan suatu keadaan klinis yang kerap dijumpai pada neonatus, yang ditandai dengan diskolorasi kekuningan pada kulit serta sklera akibat akumulasi bilirubin dalam sirkulasi darah. Apabila tidak mendapatkan penatalaksanaan yang adekuat, peningkatan kadar bilirubin berpotensi menimbulkan komplikasi neurologis yang berat. Fototerapi telah lama diimplementasikan sebagai modalitas utama dalam menurunkan konsentrasi bilirubin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas fototerapi dalam mereduksi kadar bilirubin total pada neonatus dengan hiperbilirubinemia di ruang perinatologi Rumah Sakit Islam Sultan Hadlirin Jepara. Penelitian ini mengaplikasikan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan retrospektif serta rancangan pre-post test tanpa kelompok pembanding. Sampel penelitian berjumlah 72 bayi yang ditentukan melalui teknik purposive sampling, dengan sumber data berasal dari rekam medis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar bilirubin total sebelum pemberian fototerapi mencapai 17,84 mg/dL dan mengalami penurunan menjadi 10,53 mg/dL setelah intervensi, dengan selisih penurunan rata-rata sebesar 7,31 mg/dL. Uji statistik mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan pasca pemberian fototerapi (p=0,000). Dengan demikian, hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa fototerapi efektif dalam menurunkan kadar bilirubin total pada neonatus yang mengalami hiperbilirubinemia.
Copyrights © 2026