Bencana merupakan salah satu permasalahan utama yang kerap terjadi di Indonesia dan menimbulkan berbagai dampak, baik secara fisik maupun nonfisik. Salah satu bencana yang sering terjadi adalah banjir. Berdasarkan data BPBD tahun 2025, Desa Kendung di Kabupaten Ngawi termasuk wilayah yang rawan banjir karena letaknya berada di antara dua aliran sungai, yaitu Sungai Bengawan Solo dan Kali Madiun. Banjir tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis masyarakat, seperti munculnya kecemasan dan gangguan tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik masyarakat serta tingkat kecemasan yang dialami oleh warga di daerah rawan banjir tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 87 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada rentang usia 46–55 tahun (27,6%), berjenis kelamin perempuan (59,8%), serta memiliki tingkat pendidikan SMA/SMK/sederajat (34,5%), dan seluruh responden memiliki pengalaman menghadapi banjir. Tingkat kecemasan yang dialami masyarakat didominasi oleh kecemasan ringan (59,8%), diikuti kecemasan sedang (16,1%), dan sebagian lainnya tidak mengalami kecemasan (24,1%). Secara keseluruhan, masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir di Desa Kendung cenderung mengalami kecemasan pada tingkat ringan hingga sedang sebagai dampak dari kondisi lingkungan yang berisiko terhadap bencana banjir.
Copyrights © 2026