Masa remaja merupakan fase perkembangan kritis dengan perubahan hormonal, fisik, psikologis, dan sosial signifikan yang meningkatkan kerentanan terhadap masalah kesehatan mental dipengaruhi pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pola asuh orang tua dan kesehatan mental remaja di SMA Batik 1 Surakarta. Penelitian kuantitatif deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 87 siswa dipilih purposive sampling dari populasi 670 siswa, menggunakan kuesioner Parental Bonding Instrument (PBI) dan Mental Health Inventory (MHI-38) dianalisis univariat distribusi frekuensi via SPSS. Hasil menunjukkan 86,2% mengalami pola asuh otoriter, sementara 56,3% kesehatan mental kurang baik, didominasi perempuan usia 16 tahun kelas XI. Pola asuh otoriter dengan kontrol tinggi minim kehangatan emosional berkontribusi terhadap distress psikologis remaja. Intervensi promosi pola asuh demokratis dan konseling berbasis sekolah direkomendasikan.
Copyrights © 2026