Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akuntansi hijau terhadap kinerja keuangan dengan kinerja lingkungan sebagai variabel mediasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan, laporan keuangan, serta data penilaian kinerja lingkungan. Sampel penelitian terdiri dari 50 perusahaan manufaktur yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 250 observasi data panel. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dan analisis jalur dengan bantuan perangkat lunak EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntansi hijau berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja lingkungan. Namun, akuntansi hijau tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Kinerja lingkungan terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Selain itu, kinerja lingkungan tidak mampu memediasi pengaruh akuntansi hijau terhadap kinerja keuangan. Temuan ini memberikan kontribusi empiris dalam literatur akuntansi keberlanjutan dengan menunjukkan bahwa penerapan akuntansi hijau pada perusahaan manufaktur di Indonesia masih lebih berorientasi pada pemenuhan regulasi dibandingkan sebagai strategi peningkatan kinerja keuangan perusahaan
Copyrights © 2026